Rumored Buzz on Musim Kemarau
Wiki Article
Kami bertujuan untuk memberdayakan petualang dan penjelajah sehari-hari untuk menemukan jalan baru dan tetap terarah ke mana pun hidup membawa mereka.
Namun, BMKG tetap mengingatkan bahwa “stabil” bukan berarti tanpa risiko. Variasi cuaca lokal dan ekstrem jangka pendek masih bisa terjadi, terutama di wilayah rawan bencana.
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua fenomena ini kerap menjadi biang cuaca ekstrem—mulai dari kekeringan panjang hingga hujan berlebih yang memicu banjir dan longsor. Dengan absennya El Niño dan La Niña, pola musim di Indonesia cenderung mengikuti siklus tahunan yang lebih mudah diprediksi.
Fenomena cuaca world-wide juga memberikan pengaruh besar. Pada 2025, BMKG mencatat adanya potensi terjadinya kemarau basah di sejumlah wilayah. Fenomena ini merujuk pada kondisi saat curah hujan masih cukup tinggi meski sudah masuk periode kemarau.
Meski demikian, pemerintah juga menegaskan bahwa OMC bukan solusi tunggal, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas, termasuk perbaikan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan.
finews, Jakarta — Hujan deras terus membasahi berbagai pelosok Indonesia sejak awal tahun ini. Intensitas curah hujan yang tinggi membuat aktivitas warga terganggu, mulai dari kemacetan hingga kekhawatiran akan bencana banjir dan tanah longsor.
Pola unik ini membuat wilayah Sumatra utara tetap memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski kondisi cuaca secara umum tidak terlalu kering. Artinya, kesiapsiagaan tetap diperlukan, terutama di location yang memiliki lahan gambut dan aktivitas pembukaan lahan.
Selain itu, perbedaan geografis juga memainkan peranan penting. Wilayah yang terletak dekat dengan laut atau berada pada dataran tinggi dan pegunungan sering mengalami transisi musim yang lebih lambat.
Musim kemarau di Indonesia terbentuk karena pergerakan angin muson timur yang berasal dari benua Australia. Angin ini bersifat kering karena melewati gurun dan lahan kering di Cuaca Hari Ini Australia sebelum mencapai Indonesia.
Ketika angin muson timur berhembus, massa udara yang dibawanya mengandung sedikit uap air, sehingga mengurangi potensi hujan.
Andri juga menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu kombinasi sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
BMKG juga memperkirakan bahwa durasi musim kemarau 2025 bisa lebih pendek di sejumlah daerah seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian wilayah Sulawesi. Hal ini disebabkan oleh datangnya kemarau yang lebih lambat dan potensi musim hujan yang tiba lebih awal dari biasanya.
Dengan karakter Jakarta yang rawan genangan akibat curah hujan tinggi dan persoalan tata air, OMC dinilai mampu membantu Cuaca Hari Ini mengurangi risiko banjir besar.
Selain itu, vegetasi seperti rumput dan daun-daun pohon bisa menguning atau rontok karena kekurangan air. Kebakaran hutan dan lahan juga sering terjadi pada musim ini, terutama di daerah dengan Cuaca Hari Ini banyak lahan gambut.
"Awal musim kemarau umumnya berkaitan erat dengan peralihan angin monsun Asia atau angin daratan beralih menjadi angin monsun Australia yang aktif," ujar Dwikorita.